Menu Horizontal

 


Referensi :
Knowledge :
Download :

(SUYOSO SAMPIT)
SKP KEPALA SEKOLAH
(H. M. Purwono, S. Pd )

1. KAB. BANGGAI (100.0 %)
2. KAB. KUNINGAN (100.0 %)
3. KAB. JOMBANG (100.0 %)
4. KAB. SUBANG (100.0 %)
5. KAB. KARAWANG (100.0 %)

Anda Pengunjung ke : 77992

Kolom Iklan :
hub. admin@mebermutu.org

 

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS MELALUI PENDAMPINGAN KELOMPOK KERJA GURU BERMUTU
Oleh: Zaenal Arifin. S.Pd
Pengawas Sekolah UPTD Dikpora Kec. M.H Selatan
A. Latar Belakang
Kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah merupakan wadah yang paling dekat dengan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kompetensi dan profesionalitas kerja para anggotanya.
Pemberdayaan wadah pembinaan dan peningkatan profesionalitas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah tersebut perlu ditingkatkan, terutama yang berkait dengan sinergitas kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh program sinegritas antara kelompok kerja pengawas sekolah (KKPS), kelompok kerja kepala sekolah (KKKS) dan kelompok kerja guru (KKG).
Dalam pelaksanaan program BERMUTU tahun 2011-2012 dikembangkan program sinegritas antara kelompok kerja pengawas sekolah (KKPS), kelompok kerja kepala sekolah (KKKS) dengan kelompok kerja guru (KKG).
Realisasi program sinegritas antara alin, diprogramkan pelaksanaan supervisi klinis yang dilaksanakan anggota KKPS untuk menyupervisi klinis guru di sekolah binaannya. Hal itu dapat diefektifkan melallui pelaksanaan supervisi klinis dengan memberdayakan KKG yang dijadikan pusat kegiatan guru di sekolah binaan.
Program supervisi klinis dengan memberdayakan KKG peserta program BERMUTU. KKG yang dijadikan pusat kegiatan guru di sekolah binaan merupakan potensi efektif untuk pengembangan pelaksanaan tugas pengawas. Karena itu, pengawas hendaknya melakukan pendampingan terhadap KKG yang dikembangkan di wilay kerja masing-masing.
Dengan pendampingan kegiatan KKG oleh pengawas, permasalahan yang dihadapai oleh guru di sekolah binaan dapat diidentifikasi. Tindaklanjutnya, pengawas harus memfasilitasi pengembangan pemecahan masalah guru di wilayah kerja masing-masing tersebut. Peran pengawas dalam program ini, yang merupakan program wajib dapat mengantar pencapaian tujuan pelaksanaan super visi klinis lebih optimal.
B. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan super visi klinis oleh pengawas dalam program ini mencakup kegiatan sebagai berkut:
1. Pendeskripsian materi yang disajikan dalam pelaksanaan super visi klinis.
2. Melakukan identifikasi permasalahan yang muncul selama pelaksanaan super visi klinis.
3.Melakukan tindakan solusi terhadap pelaksanaan yang muncul dan teridentifikasi pada saat pelaksanaan super visi klinis.
4.Untuk pelaksanaan program tersebut pengawas melalui KKPS hendaknya melakukannya melalui 3 tahap pelaksanaan yaitu:
a. supervisi klinis pelaksanaan in service training.
b.supervisi klinis identifikasi masalah yang di alami oleh guru di sekolah binaan pada saat keatan baik in service training.maupun onservice training.yang sedang disuper visi klinis.
c. super visi klinis penyelesaian tagihan dan penyusunan laporan.
C. Materi Kegiatan
Dalam penetapan materi supervisi klinis, pengawas hendaknya mengacu kepada program BERMUTU. Secara umum, materi yang dapat disupervisi klinis antara lain sebagai berikut:
(1) Kurikulum KTSP Dokumen 1 dan Silabus Berbasis Pendidikan Karakter Bangsa
(2) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Berbasis Pendidikan Karakter Bangsa
(3) Jurnal Belajar Guru Peserta Program BERMUTU
(4) Kajian Tulis Ilmiah: yang diutamakan berupa PTK atau bagi yang tidak/ belum memerlukan PTK dapat memilih salah satu dari KTI berikut ini:
a. Makalah
b. Artikel
c. Kajian Kritis
d. Laporan Best Practices
e. Hasil Terjemahan Bahan AjarDll
f. Penulisan Buku
g. Diktat
h. Job Sheet
i. Handout
(5) Kisi-kisi dan bank soal, yang merupakan dikerjakan oleh kelompok kerja, dengan ketentuan :
a. Bank Soal dibuat oleh kumpulan guru berdasarkan mata pelajaran dan kelas atau jenjang yang menjadi tugas mengajarnya.
b. Dalam sebuah KKG akan dihasilkan sejumlah Bank Soal untuk masing-masing kelas dan masing-masing mata pelajaran
c. Langkah-langkah pembuatan:
(a) Semua guru dalam kelompok kerja yang mengajar pada kelas yang sama, misalnya guru kelas 1, untuk mata pelajaran yang sama, misalnya matematika, secara bersama-sama mengumpulkan soal-soal yang dibuatnya sendiri.
(b) Himpunan soal-soal atau item soal kemudian dianalisis untuk memperoleh item yang sahih (valid) dan ajeg (reliable) serta kesesuaian dan sebaran tingkat kesulitannya.
(c) Item soal yang memenuhi persyaratan selanjutnya digunakan di sekolah masing-masing.
(d) Item soal yang telah digunakan dianalisis ulang untuk mendapatkan soal yang terstandar dan dihimpun dalam Bank Soal.
(6) Peta Guru anggot KKG yang disusun berdasarkan TNA (Training Needs Assessment) yang menghasilan peta kebutuhan kegiatan belajar di kelompok kerja untuk menghasilkan tagihan yang akan dibuat
(7) Raport Guru yang dibuat dengan menggunakan TNA (Training Needs Assessment) 2 berdasarkan PKG (Penilaian Kinerja Guru) menurut PerMenegPAN dan RB No: 16 Tahun 2009.
D. Tindak lanjut
Berdasarkan pelaksanaan supervisi klinis yang dilakukan melalui pemberdayaan kegiatan KKG BERMUTU, pengawas dapat melakukan tindak lanjut yang lebih efektif. Hal itu dilakukan sebagai upaya pembinaan guru yang merupakan realisasi pelaksanaan tugas di lapangan para pengawas. Dengan demikian pengawas dapat melaksanakan program pembinaan, pembimbingan, dan pendampingan pelaksanaan tugas dan peningkatan kompetensi guru di sekolah binaan secara optimal.

[ Kembali ]