Menu Horizontal

 


Referensi :
Knowledge :
Download :
SKP KEPALA SEKOLAH
(H. M. Purwono, S. Pd )

1. KAB. BANGGAI (100.0 %)
2. KAB. KUNINGAN (100.0 %)
3. KAB. JOMBANG (100.0 %)
4. KAB. SUBANG (100.0 %)
5. KAB. KARAWANG (100.0 %)

Anda Pengunjung ke :

Kolom Iklan :
hub. admin@mebermutu.org

 

»Berita
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MGMP DALAM PELAKSANAAN PKB GURU IPS SMP Oleh:Hj. Elfiah, S.Pd, M.MPd
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MGMP DALAM PELAKSANAAN PKB GURU IPS SMP
Oleh:Hj. Elfiah, S.Pd, M.MPd
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MGMP DALAM PELAKSANAAN PKB GURU IPS SMP
Oleh:Hj. Elfiah, S.Pd, M.MPd

Pelaksanaan Program Pengembangan Kepropesian berkelanjutan bagi guru senantiasa diinovasi. Dengan demikian berbagai pembaharuan dilakukan. Hal itu dimsksudkan agar pelaksanaan PKB mencapai tujuan secara optimal. Perkembangan terkini PKB yang dilakssanakan sebagai salah satu program pengembangan propesi guru ini dikelola dalam kelompok kerja yang dalam hal ini melalui akses musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) menuju kelanjutan pelaksanaan guru pembelajar, prigram PKB dilaksanakan menggunakan model guru pembelajar. Karena itu seluruh kegiatan yang berkait dengan PKB tersebut dikembangkan melalui akses pendataan secara aplikasi online.
Menyikapi program efektip tersebut MGMP harus bertindak proaktif dalam menyambut program PKB sesuai dengan latar belakang dan jenjang masing masing guru. Akses komunitas yang dikembangkan dalam sistem guru pembelajar melalui pemberdayaan MGMP akan mencapai tujuan efektip bila semua pihak berkontribusi secara optimal dengan demikian para pihak senantiasa mendukung pemberdayaan MGMP dalam pelaksanaan PKB tersebut. Pengawas sekolah, Kepala Sekolah, Pengurus MGMP, Para Guru yang menjadi anggota MGMP harus secara optimal melakukan koordinasi dalam pengelolaan MGMP model Komunitas tersebut. Aktipitas dimulai dari pengaktipan akun guru pembelajar oleh masing-masing guru dengan menggunakan akun dan kata kunci pribadi masing-masing. Selanjutnya, melalui akses MGMP yang kewenangannya dimilki oleh pengurus khususnya ketua, guru yang sudah mengaktifkan akunnya akan mendapatkan akun dan Pasword baru sebagai pembuka akses untuk mengikuti kegiatan PKB dalam Komunitas tersebut. Data masing-masing guru serta seluruh akses program PKB akan dikembangkan melalui identitas komunitas tersebut. Pelatihan guru, capaian hasil pelatihan, distribusi bahan pelatihan, serta hal-hal berkait dengan pelaksanaan PKB dengan mudah dapat diakses oleh guru melalui pemberdayaan akun pribadi berbasis komunitas tersebut. Hal itu merupakan indikasi bahwa saat ini semua guru wajib menguasai tekhnologi Informasi dan Komputer yang menjadi insfrastruktur utama dalam pelaksanaan PKB tersebut.
Pelaksanaan PKB senantiasa mengacu pada pengembangan kompetensi guru secara menyeluruh. Seperti diketahui bersama bahwa guru profesional harus memiliki empat kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut dideskripsikan menjadi empat belas kompetensi yakni:
A. Kompetensi Pedagogik
1. Menguasai karakteristik peserta didik
2. Menguasasi teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik.
3. Pengembangan kurikulum
4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5. Pengembangan potensi peserta didik.
6. Komunikasi dengan peserta didik
7. Penilaian dan evaluasi
B. Kompetensi Kepribadian
8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional.
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
10. Etos Kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
C. Kompetensi Sosial
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat.
D. Kompetensi Profesional
13. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
14. Mengembangkan Keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
Keempat kompetensi utama tersebut diuraikan menjadi lebih jelas dan lebih spesifik ke dalam empat belas kompetensi guru yang kesemuanya dijadikan syarat untuk tolak ukur tingkat profesionalitas seorang guru atau tenaga pendidik.
Masing-masing kompetensi dari keempat belas kompetensi guru pencapaiannya sudah ditetapkan melalui unjuk kerja maupun unjuk hasil kerja yang dapat diamati atau dipantau. Pengamatan atau pemantauan pencapaian kompetensi guru tersebut dapat dilaksanakan terhadap masing-masing kompetensi yang sudah memiliki indikator-indikator secara jelas, yang dideskripsikan sebagai berikut.
A. Kompetensi pedagogik:
1. Menguasai karakteristik peserta didik
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya.
2) Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
3) Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.
4) Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya.
5) Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik.
6) Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok‐olok, minder, dsb).
2. Menguasasi teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik.
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi.
2) Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut.
3) Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran.
4) Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik.
5) Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik.
6) Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.
3. Pengembangan kurikulum
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum.
2) Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.
3) Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran.
4) Guru memilih materi pembelajaran yang: a) sesuai dengan tujuan pembelajaran, b) tepat dan mutakhir, c) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik, d) dapat dilaksanakan di kelas dan e) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.
4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya.
2) Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan.
3) Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.
4) Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata‐mata
5) Kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yg benar.
6) Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.
7) Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik.
8) Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif.
9) Guru mampu menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas.
10) Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain.
11) Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya.
12) Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio‐visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
5. Pengembangan potensi peserta didik.
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan masing‐masing.
2) Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing‐masing.
3) Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik.
4) Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
5) Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar masingmasing peserta didik.
6) Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masingmasing.
7) Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan.
6. Komunikasi dengan peserta didik
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka.
2) Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tanpa menginterupsi, kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi pertanyaan/tanggapan tersebut.
3) Guru menanggapi pertanyaan peserta didik secara tepat, benar, dan mutakhir, sesuai tujuan pembelajaran dan isi kurikulum, tanpa mempermalukannya.
4) Guru menyajikan kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antarpeserta didik.
5) Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik.
6) Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap dan relevan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik.
7. Penilaian dan evaluasi
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.
2) Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat
3) pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari.
4) Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
5) Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya, dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
6) Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
B. Kompetensi Kepribadian
8. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional.
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru menghargai dan mempromosikan prinsip‐prinsip Pancasila sebagai dasar ideologi dan etika bagi semua warga Indonesia.
2) Guru mengembangkan kerjasama dan membina kebersamaan dengan teman sejawat tanpa memperhatikan perbedaan yang ada (misalnya: suku, agama, dan gender).
3) Guru saling menghormati dan menghargai teman sejawat sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing‐masing.
4) Guru memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia.
5) Guru mempunyai pandangan yang luas tentang keberagaman bangsa Indonesia (misalnya: budaya, suku, agama).
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru bertingkah laku sopan dalam berbicara, berpenampilan, dan berbuat terhadap semua peserta didik, orang tua, dan teman sejawat.
2) Guru mau membagi pengalamannya dengan kolega, termasuk mengundang mereka untuk mengobservasi cara mengajarnya dan memberikan masukan.
3) Guru mampu mengelola pembelajaran yang membuktikan bahwa guru dihormati oleh peserta didik, sehingga semua peserta didik selalu memperhatikan guru dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
4) Guru bersikap dewasa dalam menerima masukan dari peserta didik dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
5) Guru berperilaku baik untuk mencitrakan nama baik sekolah.
10. Etos Kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan tepat waktu.
2) Jika guru harus meninggalkan kelas, guru mengaktifkan siswa dengan melakukan hal‐hal produktif terkait dengan mata pelajaran, dan meminta guru piket atau guru lain untuk mengawasi kelas.
3) Guru memenuhi jam mengajar dan dapat melakukan semua kegiatan lain di luar jam mengajar berdasarkan ijin dan persetujuan pengelola sekolah.
4) Guru meminta ijin dan memberitahu lebih awal, dengan memberikan alasan dan bukti yang sah jika tidak menghadiri kegiatan yang telah direncanakan, termasuk proses pembelajaran di kelas.
5) Guru menyelesaikan semua tugas administratif dan non‐pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar yang ditetapkan.
6) Guru memanfaatkan waktu luang selain mengajar untuk kegiatan yang produktif terkait dengan tugasnya.
7) Guru memberikan kontribusi terhadap pengembangan sekolah dan mempunyai prestasi yang berdampak positif terhadap nama baik sekolah.
8) Guru merasa bangga dengan profesinya sebagai guru.
C. Kompetensi Sosial
11. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru memperlakukan semua peserta didik secara adil, memberikan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan masing‐masing, tanpa memperdulikan faktor personal.
2) Guru menjaga hubungan baik dan peduli dengan teman sejawat (bersifat inklusif), serta berkontribusi positif terhadap semua diskusi formal dan informal terkait dengan pekerjaannya.
3) Guru sering berinteraksi dengan peserta didik dan tidak membatasi perhatiannya hanya pada kelompok tertentu (misalnya: peserta didik yang pandai, kaya, berasal dari daerah yang sama dengan guru).
12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat.
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru menyampaikan informasi tentang kemajuan, kesulitan, dan potensi peserta didik kepada orang tuanya, baik dalam pertemuan formal maupun tidak formal antara guru dan orang tua, teman sejawat, dan dapat menunjukkan buktinya.
2) Guru ikut berperan aktif dalam kegiatan di luar pembelajaran yang diselenggarakan oleh sekolah dan masyarakat dan dapat memberikan bukti keikutsertaannya.
3) Guru memperhatikan sekolah sebagai bagian dari masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, serta berperan dalam kegiatan sosial di masyarakat.
D. Kompetensi Profesional
13. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru melakukan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran yang diampunya, untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang dianggap sulit, melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan memperkirakan alokasi waktu yang diperlukan.
2) Guru menyertakan informasi yang tepat dan mutakhir di dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
3) Guru menyusun materi, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang berisi informasi yang tepat, mutakhir, dan yang membantu peserta didik untuk memahami konsep materi pembelajaran.
14. Mengembangkan Keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif
Indikator pencapaian kompetensi tersebut mencakup:
1) Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik, lengkap, dan didukung dengan contoh pengalaman diri sendiri.
2) Guru memiliki jurnal pembelajaran, catatan masukan dari teman sejawat atau hasil penilaian proses pembelajaran sebagai bukti yang menggambarkan kinerjanya.
3) Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran selanjutnya dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
4) Guru dapat mengaplikasikan pengalaman PKB dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan tindak lanjutnya.
5) Guru melakukan penelitian, mengembangkan karya inovasi, mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar, konferensi), dan aktif dalam melaksanakan PKB.
6) Guru dapat memanfaatkan TIK dalam berkomunikasi dan pelaksanaan PKB.
Pengembangan kompetensi guru bebasis PKB yang dilaksanakan dalam komunitas MGMP tersebut dilaksankan berdasarkan hasil uji kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan pada tahun 2015. Berdasarkan hasil UKG tersebut diketahui kelompok kompetensi yang belum terpenuhi oleh masing-masing guru. Dalam pelaksanaan UKG tersebut kompetensi yang diujikan terdiri atas kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik.
Dalam pelaksanaan guru pembelajar yang saat ini dikelola melalui pemberdayaan komunitas MGMP, melalui PKB tersebut dikelompokkan dalam ke dalam sepuluh modul. Kesepuluh modul yang harus dikuasai oleh setiap guru dalam pelaksanaan PKB tersebut mencakup jenis modul sebagai berikut:
1. Modul A:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional; Pembelajaran IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Teori Belajar dan Pembelajaran
2. Modul B:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional: Pengembangan Tema IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Penilaian Pembelajaran
3. Modul C:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional: Pengembangan Konsep Sikap dan kompetensi pedagogik: Keterampilan dalam IPS Terpadu dan Media Pembelajaran
4. Modul D:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional:Kajian Geografi dalam IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Pendekatan dan Model-Model Pembelajaran
5. Modul E:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional: Kajian Ekonomi IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Instrumen Penilaian Non-Tes
6. Modul F:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional:Kajian Sejarah dalam IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Instrumen Penilaian Tes
7. Modul G:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional:Kajian Sosiologi dalam IPS Terpadu dan kompetensi pedagogik: Analisis Instrumen Penilaian
8. Modul H:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional: PTK dan Penelitian Kualitatif Ilmu Sosial dan kompetensi pedagogik: Desain dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
9. Modul I:
Pada modul ini mencakup kompetensi profesional Penelitian Kuantitatif Ilmu Sosial dan kompetensi pedagogik: Analisis Instrumen Penilaian
10. Modul J:
Pada modul ini mencakup kompetensi: Pengambangan Keprofesian Berkelanjutan dan Profesional dan kompetensi pedagogik:.Kemampuan Dasar Mengajar
Berdasarkan hasil UKG tersebut diketahui kelompok kompetensi yang belum terpenuhi oleh masing-masing guru. Setiap guru diwajibkan untuk menguasai sepuluh kompetensi yang dikelompokkan dalam sepuluh modul bahan pelaksanaan guru pembelajar. Kesepuluh modul tersebut harus dikuasai oleh guru melalui pelaksanaan PKB sebagai bentuk implementasi guru pembelajar yang dipusatkan pada komunitas MGMP. Untuk menguasai seluruh modul sampai mendapatkan nilai tuntas seperti yang disyaratkan dalam kriteria capaian minimal (KCM), guru harus mengikuti aktivitas tutorial yang didampingi oleh fasilitator dalam kegiatan tatap muka di MGMP masing-masing.
Dengan pelaksanaan PKB pada komunitas MGMP diharapkan kompetensi guru dapat mengoptimalkan peningkatan kompetensi guru secara menyeluruh. Pencapaian kompetensi guru secara optimal diharapkan berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi siswa. Dengan pencapaian kompetensi guru secara optimal diharapkan berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi siswa. Memperhatikan peran tersebut melalui kegiatan PKB guru harus aktif mengikuti MGMP, aktif berkontribusi dalam kegiatan, dan aktif menguasai materi untuk diterapkan di dalam pelaksanaan pembalajaran sebagai guru profesional. Dengan demikian ddapat dirumuskan kesimpulan bahwa kegiatan berbasis komunitas guru yang dilaksanakan oleh MGMP dimaksudkan untuk mengoptimalkan pengembangan kompetensi guru agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara profesional sehingga berkontribusi optimal dalam meningkatkan prestasi siswa.
Update : Senin, 22 Mei 2017 , Kontributor berita : FMKKS KOTIM

[Isi Opini]

[ Kembali ]