Menu Horizontal

 


Referensi :
Knowledge :
Download :
SKP KEPALA SEKOLAH
(H. M. Purwono, S. Pd )

1. KAB. BANGGAI (100.0 %)
2. KAB. KUNINGAN (100.0 %)
3. KAB. JOMBANG (100.0 %)
4. KAB. SUBANG (100.0 %)
5. KAB. KARAWANG (100.0 %)

Anda Pengunjung ke :

Kolom Iklan :
hub. admin@mebermutu.org

 

»Berita
Membina Prestasi Peserta Didik Sampai Ajang OSN IPS Tingkat Nasional Oleh: Hj. Elfiah, S.Pd M.M.Pd
Membina Prestasi Peserta Didik Sampai Ajang OSN IPS Tingkat Nasional
Oleh: Hj. Elfiah, S.Pd M.M.Pd
(Guru IPS SMP Negeri 1 Sampit, Instruktur Kurikulum 2013 Matapeljaran IPS SMP, Ketua MGMP IPS Khatulistiwa Kabupaten KotawaringinTimur)

Ketekunan, Kesabaran, Keseriusan dan Koordinasi tiada berhenti dilaksanakan untuk memperjuangkan capaian prestasi tertinggi. Penyediaan waktu khusus pasca reguler dan memberdayakan berbagai sumber daya secara optimal disambut oleh para peserta didik yang berminat dan berprestasi di bidang IPS. Dukungan manajemen sekolah, dukungan peserta didik tua peserta didik, masyarakat, dan para pihak lainnya berkontribusi besar dalam mengantar capaian prestasi bidang IPS peserta didik siswi di SMP Negeri 1 Sampit ini.
Istilah prestasi berasal dari bahsa belanda prestate yang artinya hasil usaha.Dalam kamus bahasa indonesia prestasi berarti sebagai hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau yang sudah diusahakan.berdasarkan pengertian tersebut,prestasi merupakan hasil dari suatu kegiatan atau aktivitas yang dilaksanakan. Peserta didik dianggap berprestasi jika mereka telah meraih apa yang sudah diusahakan, baik melalui belajar,bekerja, ataupun lewat olahraga, seni, dan lain sebagainya. Prestasi dapat dicapai oleh peserta didik apabila telah melakukan segala upaya dengan memanfaatkan kemampuan intelektual, emosional, spritual, dan ketahanan diri dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan bidang kehidupan atau bidang belajar.
Sebagai pribadi yang memiliki potesi diri, peserta didik harus dibimbing dan dibina untuk bersikap realistis bahwa tidak ada suatu presatasi tanpa kerja keras. Banyak peserta didik menginginkan prestasi ditingkat dunia. Oleh karena itu, mereka bekerja keras dalam berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan hasil karya untuk mencapi kesuksesan.
Sudah barang tentu guru senantiasa mengingikan dapat mengantarkan peserta didik dapat mengukir prestasi. Untuk apa dan apa yang dimaksud dengan peserta didik berprestasi itu? Peserta didik yang berprestasi merupakan peserta didik yang telah meraih kesuksesan dalam salah satu bidang kehidupan.
Pada umumnya, kesuksesan selalu dicapai karena adanya kelebihan kemampuan dibanding yang lain. Peserta didik berprestasi harus mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien melalui usaha belajar yang optimal.
Belajar pada sekolah menengah pertamanya adalah proses perubahan tingkah laku, proses belajar yang dialami peserta didik diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan dan perubahan itu salah satunya tampak dalam prestasi belajar yang diperoleh peserta didik terhadap prestasi belajar yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar tersebut berbeda-beda sifatnya tergantung dari bidang yang sedang dipelajarinya. Dalam setiap jenis apapun, yang menjadi titik tolak selalu merupakan proses dari perbuatan yang menentukan kategori hasil akan menghasilkan ketentuan mengenai jalan yang harus sampai pada hasil belajar yang tertuju pada prestasi belajar.
Setiap usahaakan menghasilkan suatu prestasi yang memiliki tingkatan berjenjang. Prestasi yang dicapai peserta didik dalam berbagaibidang memiliki berbagai ragam, yaitu antara lain :
Prestasi belajar, merupakan hasil yang dicapai peserta didik dalam usaha belajarnya.
Prestasi kerja, merupakan hasil yang dicapai dari usaha kerja yang dilakukan.
Prestasi seni, merupakan hasil yang dicapai melalui usaha olah seninya.
Prestasi olah raga, merupakan hasil yang dicapai melalui kompetensi olah raga,
Prestasi dilingkungan hidup, merupakan suatu prestasi yang diperoleh yang melalui usaha penyelamatan lingkungan hidup.
Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai atau ditunjukkan oleh peserta didik sebagai hasil belajar baik angka atau huruf serta tindakannya yang mencerminkan hasil belajar yang dicapai masing-masing dalam periode tertentu. Angka atau hasil belajar itulah yang menunjukkan hasil belajar. Jadi, pengertian prestasi belajar adalah tingkat kemampuan intelektual yang dapat diukur, berupa penugasan, pengetahuan, sikap, danketerampilansebagaihasilbelajar.
(Sumberhttp://mariatulannisa.blogspot.com/2014/01/teori-prestasi-belajar.html)
Prestasi belajar berarti hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam blejar. Prestasi belajar adalah suatu proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan keterampilan proses dan dilaksanakan agar menimbulkan tingkah laku progresif dan adaptif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dalam belajar berupa pengetahuan, penguasaan, atau keterampilan, dan sikap yang diperoleh peserta didik selama mengikuti pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk angka.
Untuk mendapatkan hasil prestasi maka peserta didik harus mengikuti kegiatan penilaian. Penilaian prestasi belajar sering disebut dengan istilah penilaian hasil belajar. Untuk hasil belajar, maka guru mengadakan penilaian terhadap keseluruhan hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan penentuan taraf penguasaan atau kemampuan peserta didik sebagai mana yang ditetapkan dan diharapkan dicapai untuk setiap mata pelajaran. Penilaian terhadap prestasi belajar dianggap pokok, sebab dengan menilai prestasi belajar, sekaligus banyak hal yang dapat dicapai, misalnya pencapaian aspek-aspek kognitif, efektif maupun psikomotor.
Berkaitan dengan pembinaan prestasi sisa dalam pembelajaran IPS, salah satu bentuk prestasi belajar yang dijadikan acuan pengembangan adalah kemampuan peserta didik pada taraf kemampuan kognitif yang berkaitan dengan matapelajaran IPS pada jenjang SMP. Adapun domain kognitif dalam taksonomi Bloom dapat dipilih atas 6 tingkatan, yaitu (1) pengetahuan (ingatan),(2) pemahaman, (3) penerapan, (4) analisis, (5) sintesis, dan (6) evaluasi.
Pemeritah berkomitmen mengembangkan kompetensi siwa. Upaya itu dilakukan mencakup bidang akademik dan non-akademik. Pengembangan dilaksanakan melalui beberapa ragam kompetensi peserta didik. Sejauh ini, jenis-jenis kegiatan yang dikembangkan antara lain dilaksanakan melalui kompetisi,yang diprogramkan antara lain dengan melaksanakan OSN.
Bagaimana mempersiapkan peserta didik mengukir prestasi melalui kompetisi bidang OSN?
Peranan guru sangat penting dalam mewujudkan program ini. Strateginya, sekolah harus memprogramkan pada awal penyusunan program sekolah. Dengan demikian, agenda kegiatan membina prestasi peserta didik sudah dimasukan dalam rencana kerja sekolah. Dampaknya, sumber anggaran, waktu dan teknik pembinaan, serta sasaran yang di tetapkan sudah terprogram dengan baik. Pembinaan prestasi peserta didik hendaknya melibatkan semua pihak sekolah pihak tersebut antara lain sekolah, peran serta masyarakat, dan dinas pendidikan. Ketiga steak holder tersebut harus bersinergi dalam mengembangkan prestasi peserta didik. Jaringan kerja sama harus dibangun dengan landasan komitmen yang kuat. Bentuknya, masing-masing memerankan diri sesuai dengan aset yang dimiliki. Dinas pendidikan sebagai penyambung program hendaknya mensosialisasikan dengan cepat dan melakukan koordinasi pembinaan secara berkelanjutan. Peran serta masyarakat dapat di wujudkan dalam bentuk penyediaan tim Pembina. Selain itu masyarakat dapat berperan melalui pemberian dukungan dana penyelenggaraan kegiatan.
Untuk membekali peserta didik mengukir pretasi, peserta didik harus dibiasakan mengikuti kompetisi. Jenjang kompetisi yang di ikuti sebaiknya di mulai dari jenjang terbawah. Frekuensi kompetisi tingkat sekolah dapat dioptimalkan. Dengan demikian sisiwa terbiasa terpupuk sportifitasnya dalam mengikuti perlombaan. Sportifitas peserta didik sangat penting dalam mengantarkan perkembangan jiwa peserta didik yang baik.
Untuk mencapai prestasi dijenjang tertinggi, pasti harus dimulai dari jenjang dibawahnya. Untuk itu setiap peserta didik mungukir prestasi pada suatu jenjang harus diikutidengan program pembinaan yang lebih efektif. Program ini dapat diwujudkan dalam bentuk pemusatan pelatihan. Dengan pemusatan pelatihan, pembinaan dapat dilakukan secara menyeluruh. Aspek pembinaan menyangkut aspek materi kompetensi, strategi kompetisi, penguatan mental dan kpribadian, dan aspek fisik.
Upaya mengembangkan pretasi tidak terlepas dari kegagalan-kegagalan. Peserta didik harus di bekali dengan mental pantang menyerah. Dengan demikian setiap kegagalan yang dialami peserta didik akan memacu semangat siwa untuk berupaya membina diri lebih baik lagi. Sebaliknya, sikap selalu meningkatkan diri juga harus dipupuk bila siwa meraih prestasi. Dengan demikian, peserta didik akan terus berupaya mancapai yang terbaik dan tidak mudah berpuas hati.
Bagi peserta didik SMP pembinaan prestasi melalui kompetisi ini sangat penting. Hal ini akan membentuk pribadi peserta didik SMP lebih siap tumbuh dan berkembang menuju kematangan pada tahap selanjutnya. Untuk itu, tentu saja hambatan dan kendala memungkinkan bemunculan.solusi harus di lakukan secara efektif dan optimal. Hal itu dapat dicapai melalui pengembangan sinergi dengan semua pihak.
Diketahui bahwa pretasi semua peserta didik sangat penting. Karena itu guru harus dapat mengantarkan semua peserta didik meraih prestasi sesuai bakatnya. Melalui prestasi di SMP diharapkan prestasi peserta didik berkembang secar berkelanjutan sampai tercapai cita-cita yang di inginkan.
Formulasi Pendidikan Karakter bagi peserta didik SMPsalah satu program yang dikembangkan adalah Olimpiade Sains Nasional atau OSN. Bidang yang diolimpiadekan bagi peserta didik ini antara lain matapelajaran IPS. OSN digelar setiap tahun melalui jenjang kompetisi dari tingkat sekolah sampai tingkat nasional.
Kabupaten Kotawaringin Timursetiap tahun menggelar OSN yang melahirkan duta peserta didik berprestasi yang dijadikan duta OSN ke tingkat provinsi dan nasional. SMP Negeri1 Sampitsebagai sekolah rujukan yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa senantiasa mempersiapkan dan melakasanakan OSN secara efektif. Hal ini menjadi salah satu komitmenpengembangan program pembinaan prestasi peserta didik di SMP Negeri1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut terformulasi pada saat SMP Negeri1 Sampit didaulat menjadi dutaOSNtingkatnasional.
Di SMP yang terletak di tengah kota Sampit itu, pengembangan nilai-nilai karakter berbasis prestasiOSN selalu dibina melalui berbagai kegiatan belajar di kelas, sekolah, dan luar sekolah dan kegiatan kokurikuler dan kegiatan lain. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan belajar rutin, pembinaan secara reguler, pemusatan binaan, dan seleksi melalui kompetisi intern secara mandiri. SMP Negeri1 Sampitmengembangkan program pembinaan prestasi OSNyang keberhasilan diimplementasikan dalam semua program OSN. Pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan terealisasi sehingga sejumlahpeserta didikmengukir keberhasilan.
Prestasi tingkat kabupaten dalam berbagai ajang kompetensi selalu diraih. Dari prestasi tingkat kabupaten ini pembinaan dioptimalkan dengan pemusatan binaan yang hasilnya meningkat pada ajang unjuk prestasi IPS tingkat Provinsi. Pembinaan, Pembimbingan, Pelatihan terus ditingkatkan. Hasilnya beberapa peserta didik bisa unjuk kompetensi sampai tingkat nasional mewakili provinsi kalimantan tengah. Bersama data-data peserta didik berprestasi lainnya, peserta didik SMP Negeri 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur diapresiasi dengan mendapatkan kesempatan berkompetensi di tingkat nasional yang digelar di Palembang Provinsi Sumatra Selatan dan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui ajang OSN IPS ini generasi bangsa benar-benar terjun memaknai substansi pembelajaran IPS secara langsung di Negeri Indonesia yang kaya raya dan berbhineka tunggal ika.
Update : Minggu, 23 April 2017 , Kontributor berita : FMKKS KOTIM

[Lihat Opini]


[ Kembali ]