Menu Horizontal

 


Referensi :
Knowledge :
Download :
SKP KEPALA SEKOLAH
(H. M. Purwono, S. Pd )

1. KAB. BANGGAI (100.0 %)
2. KAB. KUNINGAN (100.0 %)
3. KAB. JOMBANG (100.0 %)
4. KAB. SUBANG (100.0 %)
5. KAB. KARAWANG (100.0 %)

Anda Pengunjung ke :

Kolom Iklan :
hub. admin@mebermutu.org

 

»Berita
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM
JURNAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS VIII R2 SMP NEGERI 3 SAMPIT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh:ERNI SURIYANI, S.Pd
GURU IPS SMP NEGERI 3 SAMPIT
ABSTRAK
Kata Kunci: model pembelajaran TPS, sistem perekonomian indonesia
Pemecahan masalah dalam pembelajaran IPS, khususnya dalam meningkatan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia diupayakan melalui penelitian ini. Masalah tersebut ditandai dengan hasil belajar peserta didik yang belum optimal dan belum mencapai KKM yang ditetapkan, sebesar 71. Tindakan yang ditetapkan untuk mememecahkan persoalan adalah dengan menerapkan model pembelajaran TPS. Melalui model tersebut, keaktifan dan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran menjadi meningkat. Hal itu berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik sehingga memenuhi kriteria ketuntasan yang diharapkan. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana peningkatan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia melalui model pembelajaran TPS pada peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit semester genap tahun pelajaran 2014/2015?” Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia melalui model TPS. Subyek penelitian tindakan kelas adalah peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit, yang terdiri dari 42 peserta didik. Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus, yang setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keberhasilan pelaksanaan tindakan ditunjukkan pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Secara individual pencapaian nilai rata-rata siklus I sebesar 75 dan setelah diadakan perbaikan pada siklus II meningkat menjadi 80. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I hanya 62% setelah diadakan perbaikan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Mengacu pada ketercapaian tersebut dapat disimpulkan bahwa model TPS dapat meningkatkan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia, peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit. Kepada para guru mata pelajaran IPS, disarankan, agar pembelajaran mencapai hasil belajar optimal, hendaknya guru menerapkan model pembelajaran TPS .

I.PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dengan dominasi aspek kognitif peserta didik mempersepsi bahwa daya tarik terhadap pembelajaran IPS kurang tinggi. Akibatnya, banyak kesulitan yang dialami peserta didik. Salah satu penyebabnya, pemilihan strategi pembelajaran yang belum efektif. Dampaknya, peserta didik kurang termotivasi dan berujung pada terjadinya permasalahan. Tidak dapat dipungkiri, di SMP Negeri 3 Sampit, selama ini pembelajaran IPS lebih banyak disampaikan dengan menggunakan buku teks sebagai sumber belajar utama dengan menggunakan metode ceramah. Inovasi dalam bidang pengembangan model pembelajaran masih belum banyak dilakukan. Hal itu yang membuat pembelajaran IPS kurang berkualitas. Akibatnya, hasil belajar peserta didik tidak optimal. Kondisi tersebut menjadi fenomena yang sering terjadi dalam pembelajaran IPS pada kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit. Pengembangan pembelajaran secara konvensional melalui ceramah mengakibatkan pembelajaran kurang efektif. Selama ini, kurangnya kemampuan mengembangkan model pembelajaran membuat guru IPS cenderung melaksanakan pembelajaran yang bertumpu pada pengetahuan tekstual, yang berpusat pada guru, sehingga membuat peserta didik kurang aktif. Hal itu menunjukkan bahwa guru IPS masih belum secara optimal dalam memahami dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, pembelajaran IPS belum dapat dikatakan dikelola secara profesional. Karena itu, peneliti berupaya memecahkan masalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit. Salah satu upaya mengembangkan tersebut dilakukan dengan penggunaan model pembelajaran yang efektif, yakni think pair share (TPS).
Pencapaian ketuntasan hasil pembelajaran peserta didik pada mata pelajaran IPS masih rendah. Setiap stándar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi sasaran penguasaan, sebagaian besar peserta didik harus mencapai ketuntasan melalui program remedial. Peneliti menyadari bahwa tingkat kesulitan materi pembelajaran, berbeda-beda. Salah satu materi yang dianggap sesuai memiliki kesulitan adalah sistem perekonomian Indonesia.
Materi sistem perekonomian Indonesia dinilai sangat efektif bila dipelajari dengan menggunakan model pembelajaran TPS. Dalam penerapan model pembelajaran TPS, guru memulai pelajaran dengan menyampaikan permasalahan, tugas, atau pertanyaan untuk diselesaikan peserta didik. Dengan penerapan model tersebut, pembelajaran akan lebih optimal. Pemecahan masalah dalam pembelajaran dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan judul ”Penerapan Model Pembelajaran TPS Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Sistem Perekonomian Indonesia Peserta Didik Kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.”
B. Identifikasi Masalah
Permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas VIII R2 dapat diidentifikasi sebagai berikut:
(1) Model pembelajaran yang dikembangkan belum efektif.
(2) Model pembelajaran yang dikembangkan kurang beragam.
(3) Pencapaian tujuan pembelajaran IPS belum optimal.
(4) Pencapaian ketuntasan pembelajaran peserta didik pada pembelajaran IPS masih rendah, sehingga harus melalui program remedial.
(5) Siswa beranggapan materi sistem perekonomian Indonesia termasuk materi yang sulit.
(6) Guru belum mengembangkan model pembelajaran TPS.
C. Batasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan pada dua permasalahan yaitu:
(1) Penerapan model pembelajaran TPS di dalam pembelajaran IPS.
(2) Hasil pembelajaran peserta didik difokuskan pada materi sistem perekonomian Indonesia .
D. Rumusan Masalah
Masalah penelitian ini adalah “Bagaimana penerapan model pembelajaran TPS dalam meningkatkan hasil pembelajaran materi kegiatan sistem perekonomian Indonesia pada peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit tahun pelajaran 2014/2015?”
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran TPS dalam meningkatkan hasil pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia pada peserta didik kelas VIII R 3 SMP Negeri 3 Sampit tahun pelajaran 2014/2015.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi peserta didik:
a. Peserta didik mendapatkan peningkatan kualitas layanan pembelajaran.
b. Peserta didik mendapatkan peningkatan hasil belajar IPS.
c. Meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran.
d. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS.
e. Peserta didik mendapatkan perhatian yang optimal dari guru.
2. Manfaat bagi peneliti (guru mata pelajaran IPS):
a. Memberikan informasi tentang efektivitas pembelajaran TPS.
b. Sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran
c. Sebagai sarana untuk meningkatkan hasil pembelajaran
d. Guru dapat mengukur tingkat tanggung jawabnya.
e. Menjadi salah satu tolak ukur peningkatan kompetensi guru.
f. Guru mendapatkan peningkatan kemampuanmengembangkan kualitas pembelajaran, baik dalam hal kualitas proses maupun kualitas hasil.
g. Sebagai salah satu pengembangan profesionalitas guru.
h. Sebagai salah satu sarana pengembangan karir guru
3. Manfaat bagi guru mata pelajaran IPS, teman sejawat:
a. Sebagai referensi dalam pengembangan pembelajaran IPS.
b. Sebagai referensi dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sejenis.
c. Sebagai acuan dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi.
4. Manfaat bagi sekolah:
a. Sebagai sarana pembinaan kepada guru-guru, khususnya guru IPS.
b. Memiliki guru IPS yang lebih berkompetensi.
c. Memiliki koleksi karya tulis ilmiah sebagai cerminan kapasitas guru.
II.KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses orang memperoleh kecakapan, keterampilan, dan sikap. Pembelajaran dimulai dari masa kecil sampai akhir hayat seseorang. Orang tua wajib mempembelajarankan anak-anaknya agar kelak dewasa ia mampu hidup mandiri dan mengembangan dirinya. Yamin (2005:97) menyebutkan bahwa anak-anak membutuhkan pengetahuan awal, dan memiliki keyakinan, kepercayaan yang masih semu, di samping itu anak-anak memiliki banyak pengharapan akan sesuatu, pada masa itu anak-anak membutuhkan banyak pembelajaran dan memungkinkan memberi pengetahuan kepadanya.
Membaca merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran. Lebih banyak membaca merupakan kegiatan pembelajaran yang baik. kemampuan membaca informasi, membaca pengetahuan, membaca situasi, membaca informasi, membaca pengetahuan, membaca situasi tentang ketata negaraan, membaca norma-norma agama dan lain sebagainya akan membuat kemampuan hidup di masyarakat lebih baik. Membaca bukan hanya dilakukan terhadap tulisan tetapi kita juga mampu membaca hal-hal yang tidak tertulis, membaca gejala-gejala alam, membaca situasi kenegaraan, membaca data-data, proposisi-proposisi yang ada agar kita berpengatahuan tentang itu, dan tahu tentang informasi tersebut (Yamin, 2005:99)
Pembelajaran melalui meniru, mencontoh perilaku yang baik sangat dilanjutkan oleh sebab itu sosok seorang guru adalah sosok yang dapat ditiru atau dicontoh oleh peserta didik. Suatu masyarakat yang berbudaya tinggi, berfikir maju, perkembangannya berlangsung dari proses meniru yang didapat dari lingkungannya, perkembangan suatu ilmu pengetahuan diakibatkan oleh meniru. (Atmosudirdjo, 1982:33; dalam Yamin, 2005:303).
B. Model Pembelajaran TPS
Suprijono (2013) menyebutkan model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Pelaksanaan prosedur model pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas lebih efektif.
Sebagai upaya inovatif yang dinilai tepat untuk mengembangkan pembelajaran IPS adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Melalui pengembangakan model pembelajaran TPS guru memberikan peran yang berhubungan dengan pelajaran dan peserta didik diminta memikirkan secara mandiri untuk beberapa saat, kemudian guru meminta peserta didik berpasangan agar dapat saling membantu memahami materi yang dipelajari. Pengembangakan model pembelajaran TPS diharapkan dapat mempermudah peserta didik melaksanakan langkah-langkah pembelajaran IPS yang menyenangkan dan mencapai tujuan secara efektif. Ibrahim, dkk: (2000) merumuskan langkah-langkah penerapan model pembelajaran TPS sebagai berikut
Langkah 1: Thinking ( berpikir)
Guru mengajukan suatu pertanyaan/masalah/soal-soal yang berkaitan dengan pelajaran dan meminta peserta didik memikirkan pertanyaan/ masalah/soal secara mandiri dalam beberapa saat.
Langkah 2: Pairing (berpasangan )
Guru meminta peserta didik untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka pikirkan pada tahap pertama. Interaksi pada tahap ini peserta didik diharapkan dapat berbagi jawaban.
Langkah 3 : Sharing ( berbagi )
Guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka diskusikan. Hal ini dilakukan secara bergiliran dari pasangan demi pasangan dan dilanjutkan sampai sekitar seperempat pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan.
C. Hasil Belajar
Hasil pembelajaran dapat dicapai secara individu oleh peserta didik atau dapat bersifat kelompok. Seorang peserta didik yang memiliki motivasi tinggi pada umumnya mencapai nilai hasil pembelajaran yang tinggi pula. Demikian juga sebaliknya, bila seorang peserta didik memiliki motivasi rendah pada umumnya mencapai nilai hasil pembelajaran yang rendah pula.Hasil belajar peserta didik adalah hasil belajar yang diperoleh peserta didik selama kegiatan belajar . Belajar diartikan sebagai gejala perubahan tingkah laku yang relatif permanen dari seseorang dalam mencapai tujuan tertentu De Cecco (dalam Witjaksono, 1988:6).
Menurut Gagne (dalam Witjaksono, 1988:6) belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam disposisi atau kapabilitas seseorang, dalam kurun waktu tertentu, dan bukan semata-mata sebagai proses pertumbuhan. Pendapat senada juga diutarakan oleh Susanto (2005:3) yang menyatakan bahwa belajar merupakan proses di mana otak atau pikiran mengadakan reaksi terhadap kondisi-kondisi luar dan reaksi itu dapat dimodifikasi dengan pengalaman-pengalaman yang dialami sebelumnya. Melalui proses belajar anak dapat mengadaptasikan dirinya pada lingkungan hidupnya. Adaptasi itu dapat berupa perubahan pikiran, sikap, dan keberhasilan.
Hasil belajar yang diukur pada pembelajaran yang berlandaskan kurikulum 2006 meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Maka guru tidak hanya menilai belajar peserta didik dari aspek intelektual tetapi kemampuan sosial, sikap peserta didik selama proses belajar serta keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran juga dinilai belajar oleh guru. peserta didik yang telah mengalami pembelajaran diharapkan memilki pengetahuan dan keberhasilan baru serta perbaikan sikap sebagai hasil dari pembelajaran yang telah dialami peserta didik tersebut. Pengukuran hasil belajar bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik dalam menyerap materi. Sebaiknya hasil belajar yang telah dinilai belajar oleh guru diberitahukan kepada peserta didik agar peserta didik mengetahui kemajuan belajar yang telah dilakukannya serta kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Penilaian hasil belajar pada akhirnya sebagai bahan refleksi peserta didik mengenai kegiatan belajarnya dan refleksi guru terhadap kemampuan nya serta mengevaluasi pencapaian target kurikulum. Pembagi hasil belajar ke dalam tiga ranah tersebut, masing-masing diuraikan sebagai berikut:
(1) Ranah Kognitif
Ranah kognitif (berkaitan dengan daya pikir, pengetahuan, dan penalaran) berorientasi pada kemampuan peserta didik dalam berpikir dan bernalar yang mencakup kemampuan peserta didik dalam mengingat sampai memecahkan masalah, yang menuntut peserta didik untuk menggabungkan konsep-konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
(2) Ranah Psikomotor
Ranah psikomotor berorientasi kepada keberhasilan fisik, keberhasilan motorik, atau keberhasilan tangan yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Simpson (dalam Winkel, 1996:248) menyatakan bahwa ranah psikomotor terdiri dari tujuh jenis perilaku yaitu: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan kreativitas.
(3) Ranah Afektif
Ranah afektif (berkaitan dengan perasaan/kesadaran, seperti perasaan senang atau tidak senang yang memotivasi seseorang untuk memilih apa yang disenangi) berorientasi pada kemampuan peserta didik dalam belajar menghayati hasil belajar objek-objek yang dihadapi melalui perasaan, baik objek itu berupa orang, benda maupun peristiwa.
D. Peta Konsep Materi “Sistem perekonomian Indonesia ”
Peta konsep materi “sistem perekonomian Indonesia ” berupa kompetensi pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian yang keseluruhannya sudah menjadi bagian dari silabus mata pelajaran. Dalam silabus mata pelajaran IPS kelas VIII, dipaparkan peta SK-KD: Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian IndonesiaStandar Kompetensi: Memahami kegiatan perekonomian Indonesia
E. Kerangka Pikir
Penelitian ini dikembangkan dengan kerangka pikir sebagai berikut.
(1) Kondisi awal
Pada awal pembelajaran, hasil pembelajaran peserta didik dalam pembelajaran sistem perekonomian Indonesia masih rendah. Hal itu disebabkan oleh kurangnya motivasi peserta didik karena guru belum menggunakan model pembelajaran IPS yang efektif.
(2) Pelaksanaan pembelajaran
Guru melaksanakan pembelajaran kompetensi dasar sistem perekonomian Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran TPS dengan pemberian tugas yang dinilai efektif. Hal itu di maksudkan agar menunjang kualitas pelaksanaan pembelajaran sehingga peserta didik pembelajaran dengan aktif dan penuh motivasi.
(3) Kondiasi akhir pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, hasil pembelajaran peserta didik dalam pembelajaran sistem perekonomian Indonesia meningkat optimal. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya minat dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran TPS dengan pemberian tugas secara efektif.
F. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan penelitian ini adalah: “Penerapan model pembelajan TPS secara efektif dapat meningkatkan hasil pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit semester genap tahun pelajaran 2014/2015.”
III.METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi dimasyarakat atau sekolompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan (Arikunto 2012:32). Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto, 2012:33), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan.
Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Hasil identifikasi masalah dijadikan dasar pemilihan pemecahan permasalahan dengan rancangan penelitian tindakan kelas selama dua siklus tersebut. Pada siklus I keempat tindakan tersebut dilaksanakan sebagai mana rancangan yang sudah ditetapkan. Langkah pada siklus berikutnya dilakukan berdasarkan perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Masing-masing siklus meliputi kegiatan penyusunan perencanaan tindakan, pelaksanakan tindakan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2012:36)
Dalam pelaksanaannya, rancangan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran TPS ini, masing-masing siklus dirancang sebagai berikut.
a. Persiapan/ Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan:
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan tindakan yang akan dilaksanakan dengan model pembelajaran TPS,
2) Menyusun instrumen penelitian yang akan digunakan, yaitu pedoman tes, pedoman pengamatan, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto
3) Mempersiapkan materi dan pendukung pembelajaran yang akan digunakan.
4) Mempersiapkan perangkat penilaian yang digunakan.
5) Berkoordinasi dengan teman sejawat yang dijadikan kolaborator
b. Pelaksanaan Tindakan
Secara sistematis langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan peserta didik pada siklus I adalah sebagai berikut.
a. Mempersiapkan alat dan pembagian pasangan
b. Membagi lembar kerja untuk dikerjakan peserta didik secara individu
c. Peserta didik bekerja (berpasangan)
d. Peserta didik unjuk kerja (berpasangan)
e. Penguatan dan kesimpulan dari guru.
Dalam penelitian ini kegiatan pelaksanaan tindakan meliputi kegiatan sebagai berikut:
(a) Melaksanakan tes awal kemampuan peserta didik dengan materi sistem perekonomian Indonesia
(b) Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembejaranan pemberian tugas TPS. Peserta didik melaksanakan tugas TPS berkelompok dengan materi tentang sistem perekonomian Indonesia
(c) Melaksanakan paparan hasil pelaksanaan tugas TPS peserta didik tentang sistem perekonomian Indonesia
(d) Melaksanakan pembahasan hasil pelaksanaan tugas TPS peserta didik tentang sistem perekonomian Indonesia
(e) Melaksanakan tes akhir siklus I, melalui tes tertulis.
c. Pengamatan
Kegiatan pengamatan dalam penelitian ini meliputi kegiatan sebagai berikut:
(a) Mengamati aktivitas peserta didik dalam melaksanakan kegiatan sistem perekonomian Indonesia
(b) Mencatat kejadian-kejadian yang tampak selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran
(c) Mengumpulkan data hasil pengamatan selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran
d. Refleksi
Kegiatan refleksi dalam penelitian ini meliputi kegiatan sebagai berikut:
(a) Menganalisis data hasil pelaksanaan tindakan
(b) Mengevaluasi pelaksanaan tindakan
(c) Merumuskan perbaikan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan perencanaan tindakan pada siklus selanjutnya
(d) Menyusun perencanaan tindakan pada siklus selanjutnya dengan perbaikan sesuai dengan hasil refleksi.
B. Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di ruang kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit.
C. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit tahun pelajaran 2014/2015, yang berjumlah 34 peserta didik, terdiri atas 20 peserta didik putra dan 34 peserta didik putri.
D. Teknik Penelitian
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan telaah dokumen di dalam pelaksanaan tindakan tentang kemampuan peserta didik dalam materi sistem perekonomian Indonesia. Data tentang kemampuan peserta didik dalam materi sistem perekonomian Indonesia pada penelitian ini dikumpulkan oleh guru, kolaborator, dan peserta didik.Teknik tes merupakan teknik pengumpulan data melalui pelaksanaan tes atau pengujian, yang dalam tindakan ini berupa tes tertulis. Teknik tes ini dilakukan peneliti untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami materi sistem perekonomian Indonesia.
E. Instrumen Penelitian
Penelitian menggunakan alat untuk pengumpulan data meliputi antara lain lembar observasi atau lembar pengamatan, lembar telaah hasil kerja peserta didik, dan soal tes.
F. Analisis Data Penelitian
Sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan, ada dua teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan terhadap hasil tes, sedangkan analisis kualitatif digunakan terhadap data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas tentang sistem perekonomian Indonesia atau hal-hal lain yang tampak selama berlangsungnya penelitian.Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan peserta didik setelah proses pembelajaran setiap putarannya dilakukan dengan dua kategori ketuntasan pembelajaran yaitu secara perorangan dan secara klasikal.
G. Indikator Keberhasilan Penelitian
Penelitian tindakan ini dinyatakan berhasil bila hasil pembelajaran peserta didik memenuhi dua indikator keberhasilan penelitian. Dua indikator tersebut ditetapkan mencakup kriteria ketuntasan individual dan kriteria ketuntasan klasikal. Dalam setiap tindakan penelitian ini secara individual peserta didik dinyatakan berhasil bila mampu mencapai hasil pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia dengan nilai minimal 71. Salah satu idikator pecapaian nilai ini akan ditunjukkan dengan pecapaian nilai rata-rata kelas yang minimal sebesar 71. Dengan demikian, bila peserta didik belum mencapai nilai 71, yang bersangkutan harus mengulangi pembelajaran materi yang sama. Persyaratan kedua adalah pemenuhan kriteria ketuntasan kelas. Indikator keberhasilan penelitian secara klasikal ditetapkan dengan kriteria ketuntasan 85%. Dengan demikian, penelitian secara klasikal dinyatakan berhasil bila 85% dari 42 peserta didik sudah tuntas mencapai nilai pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia minimal 71.
H. Jadwal Penelitian
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan tahun 2015 pada bulan Maret, April, dan Mei.
IV. DATA PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data hasil penelitian diperoleh dari observasi dan wawancara, pengelolaan belajar, aktivitas peserta didik dan guru, dan dari tes formatif peserta didik pada setiap siklus. Data diambil dari dua siklus pembelajaran dengan model pengajaran TPS untuk meningkatkan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia. Sebelum data diambil dari dua siklus pembelajaran didapatkan, dilakukan pendataan hasil belajar pratindakan atau pembelajaran prasiklus, sebagai dasar untuk mengengetahui pengaruh dua siklus pembelajaran selanjutnya. Papaparan data dan pembahasan hasil pelaksanaan tindakan disajikan pada bagian berikut ini.
A. Data Hasil Belajar Prasiklus
Pembelajaran IPS di kelas VIII R2SMP Negeri 3 Sampit masih memberikan gambaran bahwa pelajaran IPS termasuk pelajaran yang cukup memiliki kesulitan. Sejumlah kesulitan dialami peserta didik kelas VIII R2 dalam pembelajaran IPS, khususnya pada bidang ekonomi, yang dalam kajian ini difokuskan pada materi sistem perekonomian Indonesia.
Sejumlah peserta didik di kelas kelas VIII R2 belum mampu memahami materi sistem perekonomian Indonesia dengan baik dan benar. Akibatnya, peserta didik merasa kesulitan memahami materi sistem perekonomian Indonesia. Kesulitan tersebut ditunjukkan oleh hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia yang masih rendah.
Hasil belajar peserta didik kelas VIII R2 secara konvensional pada tahap prasiklus. Dari 42 peserta didik yang tuntas berjumlah 14 peserta didik atau senilai 33% peserta didik. Nilai rata-rata yang dicapai sebesar 69. Hal itu berarti bahwa, secara individual tingkat ketuntasan masih belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan sebesar 71. Secara klasikal, terdapat 42 peserta didik yang mencapai hasil belajar tuntas, yang senilai dengan 33%. Hal itu berarti terdapat 67% peserta didik kelas VIII R2 masih belum tuntas. Dibandingkan dengan kriteria ketuntasan klasikal, yakni 85%, tingkat ketuntasan klasikal pada tahap prasiklus tersebut masih di bawah kriteria yang diharapkan. Memperhatikan pencapaian hasil belajar peserta didik kelas VIII R2 masih belum memenuhi kriteria ketuntasan yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tanpa inovasi model pembelajaran membuat peserta didik kelas VIII R2 tidak dapat mencapai ketuntasan baik secara individual maupun secara klasikal.
B. Data Hasil Belajar Siklus I
Pada tahap siklus I peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran dan alat-alat pengajaran yang mendukung serta lembar observasi pengelolaan pembelajaran. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah sistem perekonomian Indonesia. Inovasi yang diterapkan adalah penerapan model TPS. Untuk observasi dan refleksi disiapkan lembar observasi dan refleksi yang diisi peneliti, kolaborator, dan perwakilan peserta didik kelas VIII R2.
Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP, yaitu empat kali pertemuan masing-masing dua jam pelajaran dalam satu siklus. Dalam pertemuan ini tindakan yang dilakukan adalah penjelasan umum materi sistem perekonomian Indonesia, penyajian sejumlah soal untuk mengarahkan tindakan peserta didik, penyelesaian soal, pelaporan jawaban dilanjutkan dengan pembahasan melalui diskusi kelas, penyimpulan, penguatan, dan refleksi. Pada akhir siklus disertai dengan penilaian, melalui tes secara individual.
Pada saat proses penyajian materi, guru memberikan bimbingan. Para peserta didik menyelesaiakan soal secara individual. Melalui pemberian penjelasan sejumlah peserta didik kelas VIII R2 menjadi lebih mengerti dan menyelesaikan soal yang diberikan guru. Pada saat pembelajaran berlangsung, sejumlah peserta didik berkesempatan menanyakan dan menyampaikan usulan tentang hal-hal yang belum dipahami.
Pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan oleh kolaborator maupun langsung oleh guru peneliti. Pada saat yang sama, guru juga melakukan penilaian proses pembelajaran. Pada saat pembelajaran berlangsung dilakukan pencatatan hal-hal yang kurang sesuai dengan skenario yang direncanakan.
Pada akhir pembelajaran peserta didik kelas VIII R2 mengikuti kegiatan penilaian yang dilakukan guru. Berdasarkan hasil penilain, peserta didik kelas VIII R2 diapresiasi oleh guru. Pada bagian waktu akhir, guru memberikan soal mandiri dan melakukan refleksi berupa tanggapan lisan dan pegisian lembar refleksi secara berkelompok terhadap proses pembelajaran yang menerapkan model TPS .
Pada siklus ini pelaksanaan tahap-tahap pembelajaran yang telah dirancang masih ada yang kurang sesuai dengan rencana. Hal tersebut terjadi pada pengelolaan waktu yang pada tahap penyajian hasil kerja peserta didik dalam mejawab soal. Dalam tahapan ini peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan lambat karena beberapa kurang optimal dalam menyelesaiakan soal sesuai dengan yang diberikan guru. Akibatnya, waktu pembelajaran kurang efektif.
Hasil tindakan belajar materi sistem perekonomian Indonesia, peserta didik kelas VIII R2 pada siklus I melalui penerapan model TPS, peserta didik kelas VIII R2 yang berjumlah 42, secara individual mencapai nilai rata-rata sebesar 75. Hal itu berarti bahwa, secara individual dibandingkan dengan kriteria ketuntasan yang ditetapkan sebesar 71, maka hasil belajar siklus I sudah memenuhi kriteria keberhasilan. Secara klasikal, dari hasil belajar siklus I terdapat 26 peserta didik atau senilai 62% peserta didik mencapai hasil belajar tuntas. Hal itu berarti terdapat 38% peserta didik kelas VIII R2 masih belum tuntas. Pencapaian klasikal pada siklus I tersebut bila dibandingkan dengan kriteria ketuntasan klasikal, yakni 85%, berarti masih di bawah kriteria yang diharapkan.
Memperhatikan pencapaian hasil belajar peserta didik kelas VIII R2 masih belum memenuhi kriteria ketuntasan yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran TPS pada tindakan siklus I secara individual rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIII R2 sudah memenuhi kriteria keberhasilan, namun demikian secara klasikal tingkat ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas VIII R2 belum mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan.
Berdasarkan pencapaian tersebut dilakukan refleksi pembelajaran dalam menerapkan pembelajaran TPS. Hasil refleksi ditetapkan perbaikan sebagai berikut: (1) Peserta didik kelas VIII R2 yang belum tuntas pada pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia perlu diberi perhatian khusus; (2) Guru membimbing peserta didik dalam menyelesaikan tugas materi sistem perekonomian Indonesia; (3) Pembentukan pasangan kelompok kecil diubah dengan memperhatikan keragaman tingkat kemampuan peserta didik untuk setiap pasangan; (4) guru memberikan pendampingan secara merata pada saat peserta didik melakukan share jawaban dengan pasangan lainnya; dan (5) cakupan materi sistem perekonomian Indonesia yang dijadikan bahan penyusunan soal diperbanyak untuk masing-masing pasangan peserta didik.

C. Data Hasil Belajar Siklus II
Peserta didik kelas VIII R2 pada pembelajaran tahap siklus II dilibatkan oleh peneliti dalam mempersiapkan alat-alat pengajaran yang mendukung. Guru mempersiapkan perangkat pembelajaran dan serta lembar observasi pengelolaan pembelajaran. Berdasarkan hasil refleksi siklus I, perencanaan pembelajaran siklus II mengalami beberapa perbaikan. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik dalam menyelesaikan materi secara berpasangan untuk di-share kepada pasangan teman lainnya.
Pada pembelajaran siklus II, pembentukan kelompok dilakukan secara demokratis dipandu oleh guru dengan anggota yang memiliki kemampuan beragam. Setiap pasangan diupayakan beranggotakan campuran antara peserta didik berkemampuan lebih dengan peserta didik yang berkemampuan di bawahnya. Pada siklus II guru memberikan penguatan kepada peserta didik dalam menyajikan dan teknik mengerjakan secara berpasangan dan mendiskusikan hasil penyelesaian materi dengan pasangan lainnya. Masing-masing pasangan diberikan penjelasan yang jelas.
Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana. Pelajaran diawali dengan menjelaskan hasil belajar pertemuan sebelumnya. Pada kesempatan ini guru menyampaikan bahwa hasil belajar sebelumnya belum optimal. Untuk itu siklus tindakan dilanjutkan dengan kegiatan siklus II dengan tindakan yang lebih intensif. Tindakan pada siklus II dilanjutkan dengan penguatan pelaksanaan cara penyelesaian materi. Dengan demikian peserta didik kelas VIII R2 memahami secara jelas penerapan model TPS dalam pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia.
Selain menjelaskan, guru juga menguatkan langkah-langkah pembelajaran yang lebih mudah dipahami peserta didik secara berpasangan. Guru juga menjelaskan agar peserta didik saling membantu dalam mengerjakan soal secara berpasangan terutama pada saat menyajikan hasil penyelesaian soal.
Tindakan berikut menugaskan peserta didik secara berpasangan untuk berbagi hasil penyelesaian soal dengan pasangan lainnya. Setelah itu, guru mengelola pelaksaaan diskusi antarpasangan untuk pembahasan materi sistem perekonomian Indonesia sesuai degan yang dikerjakan. Setiap peserta didik kelas VIII R2 aktif melakukan kegiatan berbagi hasil jawabannya tentang materi sistem perekonomian Indonesia.
Perbaikan-perbaikan penerapan model TPS pada siklus II, dengan materi sistem perekonomian Indonesia menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII R2. Hasil analisis tingkat ketuntasan secara individual dalam pembelajaran memahami materi sistem perekonomian Indonesia dengan model pembelajaran TPS yang diperbaiki pada tindakan siklus II, dari 42 peserta didik kelas VIII R2, secara individual mencapai nilai rata-rata sebesar 80. Hal itu berarti bahwa, secara individual terjadi peningkatan dibandingkan hasil belajar siklus I. Dibandingkan dengan kriteria ketuntasan yang ditetapkan sebesar 71, maka hasil belajar siklus II sudah memenuhi kriteria keberhasilan.
Secara klasikal, dari hasil belajar siklus II semua peserta didik atau senilai 100% peserta didik mencapai hasil belajar tuntas. Hal itu berarti tidak ada peserta didik kelas VIII R2 yang belum tuntas. Pencapaian klasikal pada siklus II tersebut sudah meningkat dibandingkan hasil belajar siklus I. Dibandingkan dengan kriteria ketuntasan klasikal, yakni 85%, tingkat ketuntasan klasikal pada tahap siklus II tersebut sudah memenuhi kriteria yang diharapkan.
Tindakan akhir siklus II adalah refleksi. Berdasarkan pencapaian hasil belajar pada akhir siklus II, refleksi tindakan siklus II dilakukan dengan rumusan sebagai berikut:
(1) Kualitas persiapan dan proses pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia lebih meningkat;
(2) Peserta didik mengikuti pembelajaran model TPS secara lebih aktif;
(3) Peserta didik dapat mengerjakan latihan secara berpasangan sesuai dengan implementasi model TPS secara baik;
(4) Peserta didik dapat berbagi jawaban dengan pasangan lain sesuai dengan implementasi model TPS secara baik;
(5) Peserta didik mengikuti pembelajaran model TPS secara lebih aktif;
(6) Semua peserta didik kelas VIII R2 sudah memahami materi sistem perekonomian Indonesia;
(7) Pembelajaran materi sistem perekonomian Indonesia dianggap mencapai indikator keberhasilan penelitian pada siklus II; dan
(8) Pencapaian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model TPS pada siklus II sudah mencapai keberhasilan, baik secara klasikal maupun secara individual.
V.PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat dirumuskan simpulan sebagai berikut:
1. Penerapan model pembelajaran TPS meningkatkan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia pada peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit yang ditandai dengan pencapaian ketuntasan belajar peserta didik pada akhir siklus, sebesar 100% yang melebihi indikator keberhasilan penelitian secara klasikal sebesar 85%.
2. Penerapan model pembelajaran TPS meningkatkan hasil belajar materi sistem perekonomian Indonesia pada peserta didik kelas VIII R2 SMP Negeri 3 Sampit yang ditandai dengan pencapaian nilai rata-rata kelas pada akhir siklus, sebesar 80 yang melebihi indikator keberhasilan penelitian secara klasikal sebesar 71.
B. Saran
Memperhatikan simpulan di atas, maka disampaikan saran sebagai berikut:
1. Guru IPS hendaknya memgembangkan model pembelajaran TPS agar pembelajaran meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik optimal.
2. Para guru hendaknya melakukan penelitian lebih lanjut, agar hasil penelitian berdampak positif pada pengembanagan prestasi peserta didik dan guru di SMP Negeri 3 Sampit.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2012. Strategi Pembelajaran . Jakarta: Rineksa Cipta.
Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press.
Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press).
Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Sukidin, dkk. 2012. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Syah, Muhibbin. 2011. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.
Yamin, Martin, 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Perss.
Update : Sabtu, 20 Februari 2016 , Kontributor berita : FMKKS KOTIM

[Isi Opini]

[ Kembali ]